Home / Artikel / Artikel Hikmah / MACAM MACAM REZEKI
rezeki

MACAM MACAM REZEKI

Berbicara masalah Rezeki maka yang ada didalam benak kita adalah apa yang bisa dilipat dan diselipkan didalam dompet atau disimpan di Bank. Akhirnya banyak orang yang stress berat dikarenakan tidak memiliki hal itu. Apa benar yang namanya rezeki adalah hal yang demikian? Atau hanya karena kesempitan cara berfikir kita yang menyebabkan hal itu terjadi.

Allah berfirman:

وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, nescaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan REZEKI YANG BANYAK”. (Q.s An Nisaa’ : ayat 100)

Ternyata Allah menjanjikan rezeki yang banyak bagi yang mau bergerak untuk mencarinya dengan cara bergerak dari satu tempat ketempat yang lain (Hijrah). Allah menjamin bagi kita rezeki yang banyak dan Allah tidak pernah menjelaskan bahwa yang namanya REZEKI adalah uang. Meskipun kalau tidak punya uangpun juga jadi masalah. :-)

Mari kita kaji beberapa jenis rezeki agar kita lebih bersemangat untuk mencari rezeki yang Allah siapkan bagi kita.

  1. Rezeki yang dijamin.

Allah berfirman:

 

(وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأرْضِ إِلا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ (٦

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).”(QS. Hud:11)

Ini adalah rezeki yang setiap makhluq hidup pasti mendapatkanya baik itu hewan atau manusia, tapi rezeki yang ini nilainya adalah yang penting makan. Sebagaimana ayam ketika tidak ada nasi yang bisa dimakan maka dia akan mencari apapun itu asalkan diam bisa makan. Tapi, manusia tidak cukup hanya bisa makan, manusia butuh sekolah, butuh motor, butuh mobil, butuh pakaian yang semua ini tidak dibutuhkan oleh hewan.

  1. Rezeki yang didapat sesuai yang dikerjakan.

Allah berfirman:

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya”( Qs:an-Najm :39 )

Apa yang dikerjakan oleh manusia maka ia akan mendapatkan rezeki darinya, sebagaimana seorang karyawan yang bekerja disebuah perusahaan, maka ia akan mendapat upah karena ia bekerja disana, jika ia sering bolos tentunya akan berkurang rezekinya atau bahkan akan hilang alias di PHK.

  1. Rezeki yang ditambahkan

Allah berfirman:


وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖوَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.(QS. Ibrohim:7)

Kunci dari rezeki ini adalah rasa syukur kita kepadaNya, syukur dengan cara memanfaatkan rezeki yang Allah berikan dengan baik dan digunakan dalam hal baik serta mengucapkan hamdalah. semakin banyak kita bersyukur maka semakin banyak pula BONUS rezeki yang Allah siapkan bagi kita.

  1. Rezeki yang disiapkan

Allah berfirman:

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”(QS.Ath Tholaq: 3)

Syarat agar kita dapat rezeki tipe keempat ini adalah Tawakkal, tentunya tawakkal setelah ikhtiyar. Ikhtiyar itu adalah otak berfikir dengan keras dan badan bergerak dengan bebas. Setelah usaha sudah dilakukan maka tawakkal sebagai solusi terakhir. Yakin bahwa rezeki setiap manusia tidak akan tertukar.

Setelah kita membaca artikel ini kami berharap kita tidak termasuk orang yang stress karena tidak punya uang. Jangan-jangan kita terlalu fokus dengan rezeki tipe 2 dan mengabaikan rezeki tipe yang lain. Yuk selalu semangat dalam mencari rezeki..

 

Disarikan dari Tausyiah Ust Abu Fatiah Al Adnani

About Abu Zufar Ash Shidiq

Check Also

Warisan Terbaik Untuk Buah Hati

Warisan Terbaik Untuk Buah Hati

rumahsedekah.com – Muqatil bin Sulaiman mengunjungi khalifah Abu Ja’far Al-Manshur (95 – 158 H) di ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *