Home / Artikel / Merubah yang Mustahil Menjadi Mustajab
Merubah yang Mustahil Menjadi Mustajab

Merubah yang Mustahil Menjadi Mustajab

Jangan remehkan doa, karena ia cara seorang hamba menitipkan harapan kepada Allah سبحانه وتعالى – Pengabul semua permohonan,- supaya menetes pertolongan dari arsy-Nya Allah سبحانه وتعالى

Jangan remehkan doa, karena doa adalah ibadah, setiap engkau meminta kepada-Nya maka akan mewujud menjadi lembaran pahala yang berlimpah

Jangan remehkan doa, karena Allah سبحانه وتعالى sangat membenci kepada hamba yang tidak pernah meminta dalam untaian doa kepada Allah سبحانه وتعالى .

Jangan remehkan doa, karena doa mampi merubah yang mustahil menjadi mustajaabah

Ketika Khalifah Umar رضي الله عنه sedang wukuf di Arafah ia membaca doa sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ شَهَادَةً فِي سَبِيلِكَ وَوَفَاةً بِبَلَدِ رَسُولِكَ

“Ya Allah aku mohon mati syahid di jalanMu dan wafat di negeri RasulMu (Madinah)”
(HR Malik 878)

Sepulangnya beliau dari menunaikan ibadah Haji beliau menceritakan soal doanya kepada salah seorang sahabat di Madinah. Maka sahabat tersebut berkomentar: “Wahai Khalifah, jika engkau berharap mati syahid maka tidak mungkin di sini. Pergilah keluar untuk berjihad, niscaya engkau bakal menemuinya.”

Dengan ringan Umar radhiyallahu ’anhumenjawab: ”Aku telah mengajukannya kepada Allah سبحانه وتعالى . Terserah Allah سبحانه وتعالى .

Keesokan paginya, saat Umar رضي الله عنه mengimami sholat Subuh di masjid, tiba-tiba dalam kegelapan waktu pagi itu seorang pengkhianat Majusi bernama Abu Lu’lu’ah menghunuskan kerisnya ke tubuh mulia sang Khalifah yang menyebabkan beliau mendapat tiga tusukan dalam dan tubuhnyapun rubuh di samping mihrab.

Dan Umar bin Khotob pun mendapatkan syahid di kota nabi yang ia cintai.

Jangan remehkan doa karena ia pun mewujudkan keinginan seorang wanita anshor yang ingin tertutupi aurat ketika kambuh

عَن عَطَاءُ بْنُ أَبِى رَبَاحٍ قَالَ قَالَ لِى ابْنُ عَبَّاسٍ أَلاَ أُرِيكَ امْرَأَةً مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ قُلْتُ بَلَى . قَالَ هَذِهِ الْمَرْأَةُ السَّوْدَاءُ أَتَتِ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَتْ إِنِّى أُصْرَعُ ، وَإِنِّى أَتَكَشَّفُ فَادْعُ اللَّهَ لِى . قَالَ « إِنْ شِئْتِ صَبَرْتِ وَلَكِ الْجَنَّةُ وَإِنْ شِئْتِ دَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَكِ » . فَقَالَتْ أَصْبِرُ . فَقَالَتْ إِنِّى أَتَكَشَّفُ فَادْعُ اللَّهَ أَنْ لاَ أَتَكَشَّفَ ، فَدَعَا لَهَا

Dari ‘Atho’ bin Abi Robaah, ia berkata bahwa Ibnu ‘Abbas berkata padanya, “Maukah kutunjukkan wanita yang termasuk penduduk surga?” ‘Atho menjawab, “Iya mau.” Ibnu ‘Abbas berkata, “Wanita yang berkulit hitam ini, ia pernah mendatangi Nabi صلى الله عليه وسلم , lantas ia pun berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan auratku sering terbuka karenanya. Berdo’alah pada Allah untukku.” Nabi صلى الله عليه وسلم pun bersabda, “Jika mau sabar, bagimu surga. Jika engkau mau, aku akan berdo’a pada Allah supaya menyembuhkanmu.” Wanita itu pun berkata, “Aku memilih bersabar.” Lalu ia berkata pula, “Auratku biasa tersingkap (kala aku terkena ayan). Berdo’alah pada Allah supaya auratku tidak terbuka.” Nabi صلى الله عليه وسلم pun berdo’a pada Allah untuk wanita tersebut.
(HR. Bukhari no. 5652 dan Muslim no. 2576)

Sungguh…Doa itu dahsyat, karena mampu merubah yang mustahil menjadi mustajabah bagi hamba yang yakin.

بارك الله فيك

📚 Dari Telegram Channel Oemita Syameela

About rumahsedekah

Check Also

30012011102513harta

Mengapa Kita Wajib Belajar Ilmu Mawaris?

  Kalau kita harus membereskan masalah aqidah terlebih dahulu, tentu saja saya setuju. Sebab masalah ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *