Home / Artikel / Artikel Tazkiyatun Nafs / Ku Tunggu Celupan Tangan-Mu Ya Rahman
aqua_solutions_logo_o5y5

Ku Tunggu Celupan Tangan-Mu Ya Rahman

Letih, sedih, dan kelelahan dalam menjalani ketaatan didalam penghambaan kepada Alloh adalah lumrah dan wajar, karena kita semua bukan malaikat yang selalu kuat dalan mentaati Alloh,-rabbul izzati,-

karena manusia ialah makhluq lemah dengan nafsu yang besar serta dikelilingi syaithan yang menggoda dengan dunia setiap saatnya tanpa berhenti dan tak kenal masa cuti didalam menyesatkan.

Air mata menetes dan sedih yang tergores ialah rasa yang didapatkan ketika berusaha untuk sabar di dalam jalan ketaatan, karena jalan ketaatan banyak sekali paku yang melukai kaki kehidupan kita serta suara-suara bising yang menyudutkan hamba-hamba yang beriman.

yaah…..begitulah dunia, dinamakan dunia adalah dunia karena rendahnya dan banyak ujianya bagi insan yang bertaqwa tapi setidaknya ada setetes air yang bisa memberikan senyuman bahagia, dan bisa menghapus sedikit kelelahan, yaitu kabar gembira dari Rasul yang kita cinta…

Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

ﻳُﺆْﺗَﻰ ﺑِﺄَﻧْﻌَﻢِ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟﻨّﺎﺭِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴﺎﻣَﺔِ ﻓَﻴُﺼْﺒَﻎُ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﺻِﺒْﻐَﺔً . ﺛُﻢَّ ﻳُﻘﺎﻝُ : ﻳﺎ ﺍﺑْﻦَ ﺁﺩَﻡَ ﻫَﻞْ ﺭَﺃَﻳْﺖَ ﺧَﻴْﺮﺍً ﻗَﻂٌّ؟ ﻫَﻞْ ﻣَﺮَّ ﺑِﻚَ ﻧَﻌِﻴْﻢٌ ﻗَﻂٌّ؟ ﻓَﻴَﻘُﻮْﻝُ : ﻻَ ﻭَﺍﻟﻠﻪِ ﻳﺎ ﺭﺏُّ . ﻭَﻳُﺆْﺗَﻰ ﺑِﺄَﺷَﺪِّ ﺍﻟﻨّﺎﺱِ ﺑُﺆْﺳﺎً ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻓَﻴُﺼْﺒَﻎُ ﺻِﺒْﻐَﺔً ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ . ﻓَﻴُﻘﺎﻝُ ﻟَﻪُ : ﻳﺎ ﺍﺑْﻦَ ﺁﺩَﻡَ ﻫَﻞْ ﺭَﺃَﻳْﺖَ ﺑُﺆْﺳﺎً ﻗَﻂٌّ؟ ﻫَﻞْ ﻣَﺮَّ ﺑِﻚَ ﺷِﺪَّﺓٌ ﻗَﻂٌّ؟ ﻓَﻴَﻘُﻮْﻝُ : ﻻَ ﻭَﺍﻟﻠﻪِ ﻳَﺎ ﺭَﺏُّ ﻣَﺎ ﻣَﺮَّ ﺑِﻲْ ﺑُﺆْﺱٌ ﻗَﻂٌّ ﻭَﻻَ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﺷِﺪَّﺓً ﻗَﻂّ

“Pada hari kiamat akan didatangkan penduduk dunia yang paling nikmat kedudukannya di antara semua penghuni neraka, lalu dia dicelupkan sekali celupan ke dalam neraka. Kemudian ditanyakan kepadanya, “Wahai anak Adam, apakah kamu pernah melihat kebaikan satupun? Apakah kamu pernah sekalipun merasakan kebaikan?” Dia menjawab, “Tidak pernah -demi Allah- wahai Rabb.”

Dan didatangkan juga manusia yang paling sengsara hidupnya di dunia di antara semua penghuni surga, lalu dia dicelupkan sekali celupan ke dalam surga. Lalu dia ditanya, “Wahai anak Adam, apakah kamu pernah melihat kesengsaraan satupun? Apakah kamu pernah merasakan kesusahan sekecil apapun?” Dia menjawab, “Tidak pernah -demi Allah- wahai Rabb, tidak sekalipun saya pernah merasakan penderitaan dan tidak sekalipun saya pernah melihat kesusahan.” (HR. Muslim )

Hadits ini begitu menyejukkan, setidaknya bagi ana pribadi dan semoga menyejukkan bagi semua hamba beriman yang ana cintai karena Alloh kenikmatan sebanyak apapun, serta sukacita setinggi apapun kalau hanya menghantarkan neraka, maka satu celupan neraka menghapus jutaan kenikmatan duniawi dan kesedihan serta kepiluan seramai apapun dalan hidupmu ditambah kesabaran yang tiada henti dalam memegang kebenaran, maka apabila masuk syurga, celupanya saja menghapus jutaaan kepedihan didunia.

 

Diambil dari Channel Telegram Ust Oemar Mita_Syameela

About Abu Zufar Ash Shidiq

Check Also

Itrar

Puncak Kedermawanan

Kedermawanan dan kebakhilan bertingkat-tingkat: Derajat tertinggi kedermawanan adalah itsar, yaitu memberikan harta padahal kita sedang ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *