Khutbah Jumat: Agama Islammu Jangan Kau Sepelekan

Khutbah Jumat Pertama

Wahai orang-orang yang beriman,

                Bertakwalah kalian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya takwa. Laksanakan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan jauhi larangan-Nya. Bersyukurlah dan jangan kufur terhadap nikmat-Nya. Ingatlah selalu kepada-Nya dan jangan melupakan-Nya di manapun kalian berada, dan jangan mati kecuali dalam kondisi Islam.

Ahibbati fillah,

                Kehidupan ini terkadang membuat kita ketakutan. Cemas tentang apa yang akan terjadi yang kita tidak mengetahuinya. Ada sebagian fitnah yang membuat manusia-manusia yang kemarin berada di shaf pertama dan entah hari ini dia berada di mana.

                Sebagian orang yang kemarin rajin membaca Al-Qur’an, mungkin hari ini sudah tidak lagi membuka Al-Qur’an. Ada orang-orang yang kita kenal sebagai sosok yang taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, namun hari ini kita tidak menjumpainya kembali.

Ahibbati fillah,

                Di antara cara agar kita selalu mendapat bimbingan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah berdoa memohon kepada-Nya. Kita perlu mengoreksi doa-doa yang kita panjatkan. Kita mengetahui bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak pernah ingkar janji.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.”

(QS. Ghafir[40]: 60)

Jangan-jangan isi doa kita hanya meminta dunia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ

“Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bagian (yang menyenangkan) di akhirat.”

(QS. Al-Baqarah[2]: 200)

Doa Keberuntungan

                Ada sebuah doa yang mana bila jamaah pulang membawa doa ini, in syaa Allah itu sebuah keberuntungan yang nyata. Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu meriwayatkan, sebagaimana disebutkan dalam shahih muslim, bahwa di antara doa yang Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam panjatkan adalah;

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِى دِينِىَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى وَأَصْلِحْ لِى دُنْيَاىَ الَّتِى فِيهَا مَعَاشِى وَأَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيهَا مَعَادِى وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ

“Ya Allah ya Tuhanku, perbaikilah bagiku agamaku sebagai benteng (ishmah) urusanku; perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! Jadikanlah ya Allah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejahatan!).” [1](HR. Muslim no. 2720

Hafalkanlah doa ini. Jika tidak bisa membaca Bahasa Arabnya, baca Bahasa Indonesianya.

                Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendapatkan keistimewaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tidak diberikan kepada orang lain, yang mana beliau bisa menyusun kata-kata yang pendek dengan makna yang luas. Beliau mengatakan,

أُعْطِيتُ جَوَامِعَ الْكَلِمِ

“Aku dikaruniakan Jawami’ul Kalim (kalimat-kalimat yang pendek namun mengandung makna yang mencakup jauh.” [2]HR. Muslim No. 523

                Coba kita renungkan doa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Para ulama mengatakan bahwa dalam doa yang pendek ini mengandung semua kebahagiaan dan kebutuhan manusia. Dalam urusan jasmani, rohani, agama, dan akhirat dia.

1. Memohon Perbaikan Agama

Yang pertama beliau mengatakan,

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِى دِينِىَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى

“Ya Allah ya Tuhanku, perbaikilah bagiku agamaku sebagai benteng (ishmah) urusanku;”

Ahibbati fillah,

                Memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar diperbaiki agama kita. Karena tidak semua yang beragama itu benar agamanya. Sebagian kita lahir dan tumbuh besar dalam kondisi Islam. Hidup di negeri yang mayoritas beragama Islam. Tapi tidak semua agamanya benar.

                Tatkala kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar Dia memperbaiki agama kita, yang merupakan pegangan hidup kita, mintalah agar kita ikhlas dalam beramal.

                Yang kedua, kita meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar agama kita sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

                Jika menyetir mobil saja ditulis di pinggir jalan; “Jangan menyetir semaunya sendiri.” Ada aturan yang harus kita ikuti.

Ikhlas Dan Mencontoh Nabi

                Di sini kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar dalam beragama kepada-Nya kita mengikuti aturan, sesuai dengan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala inginkan. Ikhlas lillahi ta’ala dan mengikuti contoh dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

                Karena apabila kita beramal namun kedua syarat ini tidak terpenuhi, maka akan sia-sia amal tersebut. Walaupun kita beranggapan bahwa kita sedang melakukan ibadah, sedang mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, iya. Tapi kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam;

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barang siapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak” [3]HR. Muslim no. 1718

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga mengatakan,

إن الرجل ليصلي ستين سنة و ما تقبل له صلاة و لعله يتم الركوع و لا يتم السجود و يتم السجود و لا يتم الركوع

“Ada seseorang yang shalat selama 60 tahun tidak diterima shalatnya sama sekali. Bisa jadi karena ia menyempurnakan rukuknya namun tidak menyempurnakan sujudnya, atau ia menyempurnakan sujudnya namun tidak menyempurnakan rukuknya” [4]HR. Al Ashbahani

                Sia-sia shalatnya. Maka kita perlu memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar diperbaiki agama kita. Agar benar kita dalam beragama, sesuai dengan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala inginkan. Karena itu pegangan hidup kita.

                Sebagian manusia meremehkan urusan agama. Bahkan banyak grup yang tatkala kita bicara agama, dikatakan, “Jangan bawa-bawa agama!” Subhaanallah.

Apa yang akan kita bawa tatkala meninggalkan dunia ini? Agama. Bukan KTP kita.

2. Memohon Perbaikan Dunia

Permintaan kedua Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,

أَمْرِى وَأَصْلِحْ لِى دُنْيَاىَ الَّتِى فِيهَا مَعَاشِى

“perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku;”

                Islam adalah agama yang memikirkan dunia dan akhirat. Setelah meminta agama, meminta urusan dunia. Kita hidup di dunia, butuh biaya untuk menyekolahkan anak-anak, makan, dan tempat tinggal. Maka kita memohon kepada Sang Pencipta agar diperbaiki dan hasil yang kita dapatkan itu halal. Sehingga kita hanya makan dari yang halal.

                Dalam doa itu kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar kita diberi rumah yang luas. Karena itu juga merupakan factor kebahagiaan seseorang. Kita memohon diberikan kendaraan yang nyaman, istri yang shaliha.

                Doanya pendek, namun mencakup segalanya. Mendapatkan pekerjaan yang baik, sandang pangan tercukupi, dan hati yang menerima. Apa gunanya harta yang berlimpah kalau kita rakus dan tidak pernah puas?

Maka berdoalah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar diperbaiki dunia kita.

3. Memohon Perbaikan Akhirat

Yang ketiga, beliau mengatakan,

وَأَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيهَا مَعَادِى

“perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku!”

                Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar kita tetap istiqamah di dalam agama, mati dalam keadaan husnul khatimah, dengan memohon diperbaiki akhirat kita.

Ahibbati fillah,

                Kita tidak lama hidup di dunia ini. Namun kita lebih sering memikirkan masa pensiun, apa jaminan masa tua kita? Pernahkah kita berfikir apa jaminan kita setelah meninggalkan dunia ini?

                Mintalah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar diperbaiki akhirat kita dengan selalu diberi bimbingan untuk taat dan patuh kepada-Nya, serta mati husnul khatimah.

4. Memohon Penambah Derajat

Yang keempat, beliau memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,

وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ

“Jadikanlah ya Allah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan.”

                Mintalah hidup ini agar menjadi penambah derajat hidup kita. Menambah amal shalih. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ

“(Yang paling baik adalah) yang panjang umur dan baik pula amalnya.” [5]HR. Tirmidzi, no. 2329; Ahmad, 4: 190

Kita meminta agar isi dari hidup kita adalah kebaikan.

5. Memohon Mati Sebagai Istirahat

Yang terakhir, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berdoa;

وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ

“dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejahatan!.” [6]HR. Muslim no. 2720

                Meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar kematian kita sebagai tempat istirahat dari keburukan. Sehingga kita berhenti berbuat dosa.

                Sungguh kasihan ketika kita melihat ada orang yang panjang umurnya namun jauh dari rumah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rumahnya dekat dengan masjid, namun langkahnya sulit untuk menuju ke rumah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika ke tempat maksiat, dia bersegera.

                Maka kita minta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar menjadikan kehidupan ini sebagai penambah kebaikan kita, dan kematian sebagai pemutus dari segala keburukan kita.

                Hafalkan doa ini. Baca dan hayati. Ingatlah, tanpa bimbingan dan bantuan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kita tidak akan bisa selamat hidup di dunia ini.

Khutbah Jumat Kedua

Ahibbati fillah,

                Terkadang kita ingin berdoa namun tidak bisa berdoa. Terkadang kita sedih tatkala melihat orang-orang dapat mengangkat tangannya untuk memohon kepada Sang Pencipta di waktu-waktu yang mustajab.

                Di antara adzan dan iqamah, di akhir Jum’at, sepertiga malam terakhir, ada waktu-waktu yang dikabulkan doa di sana namun kita tidak bisa berdoa.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

أَعْجَزُ النَّاسِ مَنْ عَجَزَ عَنِ الدُّعَاءِ

“Manusia paling lemah adalah orang yang paling malas berdoa (kepada Allah).” [7]HR. Abu Ya’lâ, ath-Thabrâni, Ibnu Hibbân dan ‘Abdul Ghani al-Maqdisi

                Allah Subhanahu wa Ta’ala menawarkan untuk memberikan segalanya tapi kita tidak meminta. Tolong dijaga aturan dan adab dalam berdoa/ memohon kepada Sang Pencipta.

                Dan ada satu pesan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,  jika ingin bersemangat dalam berdoa, katakanlah;

اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Ya Allah, tolonglah aku agar selalu berdzikir/mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu.” [8]HR. Abu Daud dan Ahmad

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membukakan bagi kita pintu-pintu doa.

References

References
1 (HR. Muslim no. 2720
2 HR. Muslim No. 523
3 HR. Muslim no. 1718
4 HR. Al Ashbahani
5 HR. Tirmidzi, no. 2329; Ahmad, 4: 190
6 HR. Muslim no. 2720
7 HR. Abu Ya’lâ, ath-Thabrâni, Ibnu Hibbân dan ‘Abdul Ghani al-Maqdisi
8 HR. Abu Daud dan Ahmad