TIGA MANFAAT PUASA

بسم الله الرحمن الرحيم، والحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على عبده ورسوله وأمينه على وحيه وخليله وصفوته من عباده نبينا وإمامنا وسيدنا محمد بن عبدالله، وعلى آله وأصحابه، ومن سلك سبيله، واهتدى بهداه إلى يوم الدين

                Yang kami hormati, para alim ulama, para guru-guru, para   tokoh masyarakat, dan hadirin wal hadirat sekalian yang berbahagia.

                Alhamdulillah, kita ucapkan puji syukur ke hadirat Allah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan nikmat kepada kita semua sehingga kita pada hari ini kita berjumpa dengan bulan Ramadhan kembali. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas suri teladan kita Rasulullah Muhammad ﷺ , beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya yang senantiasa istigamah mengikuti risalah perjuangan beliau hingga akhir zaman.

Hadirin wal Hadirat yang Dimuliakan Allah.

                Pada saat ini kita telah memasuki bulan suci Ramadhan, yang   mana pada bulan ini kita diwajibkan berpuasa. Di sini saya akan menyampaikan 3 pelajaran hidup yang dapat kita ambil dari ibadah puasa yaitu:

Pertama, Puasa Melatih Kita untuk Sabar.

                Ketika kita   berpuasa kita harus sabar   menanti saat   berbuka, dan kita menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, perkara yang halal ketika berpuasa menjadi   tidak halal seperti makan, minum, dan bercampur dengan istri di siang hari. Ketika Maghrib datang perkara yang dilarang tadi boleh kita lakukan. Dalam kehidupan kita sehari-hari, baik di dalam atau di luar bulan Ramadhan, kita harus menerapkan kesabaran ini, sabar dalam mencari rezeki, sabar dalam beribadah,   sabar dalam menghadapi cobaan. Ketika   semuanya   kita lalui dengan kesabaran maka buah dari kesabaran itu akan lebih manis daripada madu.

Kedua, Puasa Melatih Kita Keikhlasan.

                Ikhlas dalam melakukan ibadah hanya karena Allah walaupun lapar dan dahaga di siang hari namun kita melakukannya ikhlas tapa paksaan sehingga tiba sore hari waktu berbuka. amal ibadah Begitu juga dalam kehidupan kita, semua yang kita lakukan hendaknya ikhlas hanya untuk Allah bukan untuk manusia, seperti ikrar kita yang kita baca setiap Shalat:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam”

(QS. AL-An’aam [6]:162)

Ketiga, Puasa Melatih Takwa.

                Puasa melatih diri kita agar selalu merasa diawasi Allah sehingga kita menjaga puasa kita dari perkara yang membatalkan   puasa.   Karena pahala puasa langsung dinilai sendiri oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala . Kita puasa atau tidak orang lain   tidak tahu, hanya Allah dan dirinyalah yang tahu. Itulah pelajaran yang diberikan kepada kita agar dalam kehidupan ini kita harus merasa selalu diawasi   Allah setiap saat kapanpun dan dimanapun   kita berada, ketika sendirian, ketika   ramai, di rumah dan di luar rumah sehingga tingkah laku dan perbuatan akan terjaga dengan baik. Allah berfirman dalam hadits qudsi:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

“ Setiap amalan anak Adam itu adalah (pahala) baginya, kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya.”

(HR. Bukhari [1]dalam Shahihnya: 7/226 dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu’anhu)

                Demikianlah yang dapat kami sampaikan terimakasih atas segala perhatiannya dan mohon maaf atas segala kekurangannya, hadanallahu wa iyyakum ajma’nn.

 Wassalâmu ‘alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh

References

References
1 dalam Shahihnya: 7/226 dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu’anhu